Saat pertama kali melihat StarBreak, kesan yang saya tangkap langsung mengingatkan saya pada game zaman SEGA Genesis berjudul Gunstar Heroes. Dalam game ini kamu akan menembak, melompat, dan mengalahkan musuh-musuh dalam medan pertempuran yang ramai bin rusuh. Bedanya dengan Gunstar Heroes, StarBreak adalah game online. Kamu akan bermain bersama puluhan orang lainnya, sehingga pertempuranmu jadi jauh lebih rusuh dari Gunstar Heroes.
Nuansa rusuh tersebut diperkuat dengan bumbu gameplay ala roguelike, di mana kalau kamu mati maka semua progres permainan akan kembali dari awal. Hasilnya adalah sebuah side-scrolling shooter yang kacau namun butuh kendali, cepat tapi tetap harus hati-hati, dan akan melatih kita jadi orang yang ikhlas. Seperti apa pengalaman lengkapnya, simak di bawah.

Hidup itu singkat
Dalam StarBreak, kita berperan sebagai sebuah bola arwah yang bisa merasuki tubuh prajurit untuk kemudian digunakan sebagai tentara di medan perang. Tubuh yang disebut Shell tersebut terbagi menjadi empat macam kelas: Wildfire, Duskwing, Ironclad, serta Fabricator. Pada awalnya kamu hanya bisa memilih Wildfire saja, namun seiring naiknya level kamu akan bisa memilih kelas lainnya.
Keempat kelas tersebut memiliki spesialisasi berbeda-beda. Wildfire adalah kelas penembak yang punya kemampuan fisik merata. Duskwing menggunakan kecepatan serta serangan jarak dekat untuk mengalahkan musuh. Ironclad adalah prajurit berbadan besar dan lebih jago bertahan daripada menyerang. Sementara Fabricator bisa memunculkan alat-alat unik di medan perang untuk keuntungan taktis.

Setelah memilih kelas, kamu bisa langsung memilih stage dan beraksi bersama puluhan orang random lainnya yang kamu temui. Di awal-awal kamu akan menemukan stage bertingkat kesulitan rendah yang menyenangkan, tapi jangan kira hal itu akan berlangsung selamanya. Selain satu-dua stage paling awal, sebagian besar pertempuranmu sangatlah sulit.
Sistem kematian permanen membuat setiap stage terasa mendebarkan. Kamu memang bisa memperkuat stat karakter dan menggunakan berbagai senjata kuat, tapi itu bukan jaminan kamu bisa bertahan menyelesaikan stage. Berbagai musuh yang brutal dan jebakan mematikan selalu mengintai. Satu salah langkah saja sudah cukup untuk membuatmu tewas dan kehilangan karakter yang sudah susah payah kamu tingkatkan levelnya.

Bekerja dalam diam
Meskipun StarBreak adalah game online, kamu akan sangat jarang menemukan orang chatting karena semua sibuk menghindari desingan peluru. Menariknya, miskin komunikasi verbal tidak membuat StarBreak jadi game yang individualis. Nuansa kooperatif justru sangat kental karena setiap orang ingin bertahan hidup, dan bertahan hidup dalam game ini tidak bisa dilakukan sendirian.
Kerja sama dalam diam memberikan sebuah kepuasan tersendiri ketika koordinasi berjalan lancar. Saat setiap pemain menyadari tugas masing-masing, menyusun strategi dengan cepat, kemudian bahu-membahu mengalahkan bos musuh yang kejam, saat itulah kamu akan merasa bahwa perjuanganmu benar-benar sepadan. Tapi ya tentu saja itu kalau semua berjalan lancar.

Pada prakteknya tak jarang juga medan perang menjadi rusuh dan tidak ada koordinasi yang baik. Apalagi kalau kamu masuk ke stage yang belum pernah kamu coba, atau masuk stage bersama orang-orang yang belum pernah mencobanya sebelumnya. Saat hal ini terjadi, sebaiknya pertimbangkan untuk kabur saja sebelum kamu jadi bagian dari para mayat yang bergelimpangan di layar.
Harta tak bisa membeli nyawa
StarBreak adalah game free-to-play, jadi mari kita bicarakan aspek item mall di dalamnya. Tadi sudah saya jelaskan bahwa StarBreak mengadopsi sistem kematian permanen, dan normalnya kita baru bisa berganti karakter setelah karakter kita mati. Namun dengan membeli kontainer, kamu bisa menyimpan karaktermu dan berganti ke karakter lain kapan saja.
Memang membeli kontainer tidak akan membuatmu jadi sakti mendadak, tapi dengan adanya sistem ini kamu bisa menumbalkan karakter lain untuk grinding mengumpulkan senjata atau mencoba stage baru. Setelah memahami bentuk stage dan taktik mengalahkan bos, baru kamu berganti ke karakter utamamu untuk aksi yang sebenarnya. Setidaknya dengan cara ini kemungkinan mati sia-sia bisa diperkecil.

Selain kontainer karakter, tersedia juga kontainer item supaya kamu bisa menyimpan lebih banyak senjata dan perlengkapan. Tapi pada akhirnya hal yang paling menentukan tetap skill yang kamu miliki. Item mall hanya menawarkan fitur-fitur untuk menambah kenyamanan bermain, jadi tak perlu khawatir StarBreak menjadi game yang pay-to-win.
Kesimpulan
StarBreak adalah game yang bisa dimainkan secara kasual, tapi butuh taktik dan dedikasi tinggi kalau ingin menguasainya secara serius. Dengan kombinasi antara sistem kematian permanen, desain stage dan bos musuh yang sulit, serta begitu besarnya peran kerja sama tim, StarBreak punya keseimbangan yang pas antara unsur skill dan keberuntungan.
Sama seperti game roguelike pada umumnya, hal terpenting yang harus dimiliki saat bermain StarBreak adalah kesabaran. Kamu akan sangat sering mati di sini, kadang setelah melalui perjuangan keren, tapi sering kali dengan cara konyol juga. Tidak perlu frustasi bila hal itu terjadi, nikmati saja dengan ikhlas lalu coba lagi.
Web Browser: StarBreak, Gratis
(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)
The post Review StarBreak – MMO Shooter yang Butuh Kesabaran appeared first on Tech in Asia Indonesia.
sumber:
0 komentar:
Posting Komentar