Di awal tahun 2016, dua situs e-commerce yang sama-sama mengincar konsumen wanita, Moxy dan Bilna, memutuskan untuk bergabung menjadi MoxyBilna. Moxy merupakan e-commerce yang menyediakan produk-produk untuk wanita secara umum dan telah beroperasi di Indonesia dan Thailand, sedangkan Bilna adalah e-commerce Indonesia yang fokus menjual produk bayi dan ibu rumah tangga. Bergabungnya kedua e-commerce tersebut praktis menjadikan mereka sebagai platform e-commerce wanita terbesar di Asia Tenggara.
Baca juga: Dua Situs E-commerce Penyedia Produk Wanita dan Bayi, Moxy dan Bilna Bergabung Menjadi MoxyBilna
Hari ini (24/2), MoxyBilna mengumumkan kalau mereka akan berubah nama menjadi Orami. Menariknya, pengumuman itu juga diiringi dengan berita menggembirakan lainnya. Setelah menjalin kerja sama dengan para investor di regional Asia Tenggara sepanjang tahun 2015 silam, Orami berhasil mendapat pendanaan sebesar $15 juta (sekitar Rp201 Miliar).
Investor yang terlibat dalam pendanaan ini adalah Sinar Mas Digital Ventures (SMDV), Gobi Partners, Ardent Capital, Velos Ventures, dan Co-Founder Facebook Eduardo Saverin1.
“Penggabungan antara dominasi Bilna pada market wanita dengan keunggulan karakter Moxy pada ekonomi wanita, menghasilkan sebuah tim yang kuat dan berpengalaman,” ujar Roderick Purwana, Direktur SMDV, dalam press release yang diterima oleh Tech in Asia.
Orami akan menggunakan pendanaan ini untuk memperkaya pilihan produk-produk mereka yang memang dikhususkan untuk wanita. Mereka juga akan fokus memaksimalkan komponen social commerce, mengoptimalkan penggunaan teknologi mobile dalam platform yang sama, serta memperluas end-to-end user experience.
Masa depan yang cerah
Pasca penggabungan Moxy dan Bilna, yang kemudian berubah nama menjadi Orami, terjadi peningkatan yang pesat dalam jumlah penjualan mereka. Bahkan bulan Januari dan Februari 2016 menjadi bulan terbaik selama mereka menjalankan bisnis e-commerce. Penggabungan karyawan Moxy dan Bilna, yang total berjumlah sekitar 500 orang, pun bisa berjalan dengan baik.
Kepada Tech in Asia, Ridy Lie, Group CTO dari Orami, mengatakan kalau secara teknis proses penggabungan Moxy dan Bilna menjadi Orami juga berjalan dengan baik.
“Saya sendiri kaget, proses merger yang berlangsung selama dua bulan berlangsung dengan lancar, tanpa ada masalah yang berarti,” ujar Ridy.
Secara statistik, Orami telah menerima lebih dari tiga juta kunjungan setiap bulannya. Transaksi yang masuk bahkan bisa mencapai 12.000 pesanan dalam sehari. Rata-rata pembelian di Orami adalah sekitar $60 (sekitar Rp806 Ribu). Konsumen dengan pembelian tertinggi adalah pada produk lifestyle sebesar $80 (sekitar Rp1,1 Juta) dan pembelian terendah pada produk komoditas belanja sebesar $50 (sekitar Rp670 Ribu).

“Tim Orami sedang berada di puncak permainan, dengan sangat fokus kepada penggabungan antara social commerce, konten, dan wanita,” ujar Eduardo Saverin. Menurutnya, saat ini wanita lah yang memegang peranan kunci dalam pertumbuhan ekonomi di generasi mendatang.
Mimpi menguasai pasar regional
Seakan tak puas dengan pasar lokal, Orami pun akan berusaha memaksimalkan jangkauan penjualan mereka dan melakukan ekspansi ke pasar-pasar baru di Asia Tenggara. “Negara-negara di Asia Tenggara saat ini masih kehilangan pemain kunci yang dapat memahami pasar dan konsumen wanita,” ujar Kay-Mok Ku, Partner di Gobi Partners.

“Kombinasi investor dan manajemen regional yang kami miliki akan memperkuat Orami, sehingga kami memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mencapai posisi yang kuat pada pasar e-commerce wanita di Asia Tenggara,” ujar Jeremy Fichet, CEO Orami.
Untuk menjadi e-commerce khusus wanita terbesar di Asia Tenggara, Orami harus bersaing dengan Berrybenka, Luxola, Pomelo, Reebonz, dan Zalora.
(Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)
- Eduardo Saverin juga menanamkan investasi di Tech in Asia. Baca halaman etika kami untuk informasi lebih lanjut.↩
The post MoxyBilna Berubah Nama Menjadi Orami, Umumkan Pendanaan Sebesar Rp201 Miliar appeared first on Tech in Asia Indonesia.
sumber:
0 komentar:
Posting Komentar