Malaysia Digital Economy Corporation MDEC, lembaga pemerintah Malaysia yang bertanggung jawab atas pengembangan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam negeri, mengumumkan kemitraan srategis dengan Kejora. Kerja sama dilakukan agar Malaysia dan Indonesia bisa saling belajar dari kesuksesan perusahaan yang ada di bawah naungan masing-masing.
“Saya sangat kagum dengan Malaysia yang kontribusi ekonomi digitalnya mencapai tujuh belas persen dari total GDP (produk domestik bruto),” ujar Andy Zain, Founder Kejora Group, saat acara penandatanganan nota kesepahaman antara MDEC dengan perusahaan modal ventura ini di Jakarta, Jumat 3 Juni 2016.
Ia menambahkan, angka tersebut mendekati kontribusi industri minyak di Malaysia sebesar 24 persen. Ia kemudian membandingkan dengan Indonesia, yang menargetkan kontribusi 19 persen pada tahun 2019. Itu pun masih dari sektor ekonomi kreatif, bukan hanya sektor teknologi saja. Pihaknya pun melihat ada hal positif yang bisa dipelajari oleh pelaku startup dalam negeri, dari apa yang telah dicapai Malaysia.
“Malaysia membangun itu selama 20 tahun. Bagaimana Indonesia mengejar ketinggalan adalah dengan belajar dari yang sudah berhasil,” tambah Andy.
Mendorong pertumbuhan ekonomi dua negara

CEO MDEC Dato’ Yasmin Mahmood yang hadir di acara tersebut mengatakan bahwa ada banyak kesamaan yang memungkinkan perusahaan di Malaysia dengan Indonesia untuk berkolaborasi. Ia berharap, kerja sama ini dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di kedua negara.
Saya terkesan dengan perusahaan dari Indonesia. Sangat muda, ide-idenya bagus, dan punya semangat untuk berkarya. Industri teknologi di Indonesia dan Malaysia tumbuh dengan pesat, dan ini adalah kesempatan untuk meraup peluang di ekonomi digital.
Dato’ Yasmin yang juga merupakan CEO di Fakultas Program Universiti Teknologi Malaysia ini menuturkan, MDEC telah membina lebih dari 3.800 perusahaan di bawah Malaysian Multimedia Super Corridor (sekarang bernama MSC Malaysia). MSC sendiri merupakan inisiatif jangka panjang pemerintah untuk mentransformasi Malaysia menjadi negara modern pada 2020, dan MDEC didirikan untuk mengawasi pengembangannya.
Kerja sama yang saling menguntungkan
Kerja sama ini mencakup kesepakatan untuk memfasilitasi kesempatan pengembangan bisnis yang sinergis dan saling menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan terafiliasi di kedua negara. MDEC akan menyediakan akses bagi Kejora dan perusahaan terafiliasi terhadap klien potensial maupun jaringan pemodal; soft landing platform; dan dukungan informasi terkait sumber keuangan, mitra, dan model bisnis di Malaysia. Demikian juga dengan Kejora yang siap menyediakan dukungan serupa bagi MDEC di Indonesia.
“Dengan soft landing platform, perusahaan Indonesia yang mau berkembang melalui Malaysia, atau masyarakat kita yang ingin bekerja di sana, bisa mendapat fasilitas dengan gampang,” tambah Andy.

Program pertama dari kemitraan strategis ini pun sudah berjalan. MDEC mendatangkan tiga startup Malaysia untuk mengikuti sesi pitching Arena One Demoday 2016, yang digelar pada hari yang sama di Kejora HQ, Jakarta. Tiga startup tersebut antara lain Innov8if, PrimeKeeper, dan TapWay. Selain ketiganya, sesi pitching itu juga diikuti oleh sembilan startup lokal lainnya.
Selain itu, MDEC juga memfasilitasi tiga aliansi antara perusahaan teknologi Malaysia dan Indonesia, yang ditandai dengan seremonial pertukaran dokumen yang mencakup kesediaan untuk bekerja sama. Aliansi yang terbentuk di antaranya:
PT. Sigma Cipta Cereka (Telkom Sigma) dan TriAset Sdn Bhd
Kedua pihak sedang mencari kemungkinan untuk memiliki kerja sama yang erat dalam meningkatkan situs terbaru, yaitu TriAset, yang berbasis solusi perbendaharaan (treasury) dalam versi lokal.
Lojai.com dan JOCOM Mshopping Sdn Bhd
Nota kesepahaman dibuat untuk akuisisi saham Lojai oleh Jocom, sebagai pijakan untuk masuk ke Indonesia dengan menciptakan portal yang menggabungkan browser berbasis online web dan mobile commerce.
IFCA Property365 Indonesia dan PT. Sindeli Propertindo Abadi
PT. Sindeli Propertindo Abadi sedang menelusuri kemungkinan untuk berinvestasi di IFCA software untuk mengimplementasikan solusi bisnis real estate IFCA pada pembangunan serba guna yang berlokasi di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Di akhir acara, Dato’ Yasmin mengatakan kalau tiga aliansi tersebut merupakan contoh yang baik dari kolaborasi antara Malaysia dengan Indonesia. Ia juga berpendapat bahwa ekonomi digital tidak terbatas pada “tembok” antar negara.
“Kita harus melihat pasar yang lebih global, bukan pasar Malaysia dan Indonesia saja, dimulai dengan wilayah Asia Tenggara dulu,” tandasnya.
(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)
The post MDEC dan Kejora “Jodohkan” Startup Malaysia dengan Indonesia appeared first on Tech in Asia Indonesia.
sumber:
0 komentar:
Posting Komentar