Blogger templates

Selasa, 31 Mei 2016

Attn Brexiteers: "Thatcher ‘completely & utterly’ right to keep Britain out of Euro"

Greece’s ex-finance minister Yanis Varoufakis is in the UK’s Telegraph with comments on Britain and the euro

– Margaret Thatcher was ‘completely and utterly’ right to keep Britain out of Eurozone

Professor V. added that Greece would have been better off had it stayed outside the Eurozone.





sumber:

Toko Online Sukamart Hentikan Layanan untuk Pelanggan Individual

Bisnis e-commerce di tanah air ternyata tak hanya memunculkan cerita manis, seperti pendanaan yang besar atau munculnya nama-nama toko online baru. Ada juga cerita tak mengenakkan dari beberapa layanan e-commerce yang harus menutup layanan dengan berbagai alasan.


Pada bulan April 2016 yang lalu, sebuah platform social commerce Shopious memutuskan untuk menghentikan layanan setelah tiga tahun beroperasi. Kini, giliran Sukamart yang mengumumkan kepada para pelanggan tentang penutupan beberapa situs mereka pada tanggal 27 Juni 2016 nanti.


Sukamart saat ini mengoperasikan tiga buah situs, yaitu sukamart.com dan brand.sukamart.com untuk konsumen individual, serta office.sukamart.com untuk pelanggan yang berasal dari perusahaan. Dua situs pertama akan segera mereka tutup, sedangkan office.sukamart.com akan tetap beroperasi.


Tampilan Situs Sukamart | Screenshot


Keputusan ini diambil karena Sukamart akan melakukan perubahan kendali perusahaan ke MonotaRO, sebuah perusahaan e-commerce asal Jepang. Pemilik baru Sukamart tersebut telah memutuskan untuk lebih fokus pada layanan korporat.


Bagaimana dengan toko-toko online yang masih bertahan di tanah air? Simak ulasan tentang mereka di sini


Bagi kamu yang mempunyai kupon yang berlaku hingga setelah tanggal 27 Juni 2016, kamu harus segera menggunakannya sebelum tanggal 21 Juni 2016. Semua pengaduan terkait akun pengguna dan dana store credit bisa kamu laporkan ke email cs@sukamart.com.



Penutupan Sukamart, yang akhirnya “menyerah” setelah empat tahun beroperasi di Indonesia, menambah panjang cerita buruk tentang e-commerce asal Jepang. Rakuten, yang juga berasal dari negeri matahari terbit, sebelumnya telah angkat kaki dari tanah air pada bulan Februari 2016.


(Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah; sumber gambar: Bryan Mills)


The post Toko Online Sukamart Hentikan Layanan untuk Pelanggan Individual appeared first on Tech in Asia Indonesia.





sumber:

Rate spreads are driving CAD, not oil - CIBC

CIBC on the Canadian dollar

CAD: Rate Spreads Taking Over From Oil.

No economic news was good news for the Canadian dollar this week, particularly with oil prices rebounding further and the BoC coming out with a very balanced statement. However, with the data continuing to point to a softening Q2 in Canada and the US economy turning around sharply, there’s scope for interest rate spreads to move in favour of the US.





sumber:

Morgan Stanley on what to expect for the major currencies now

Morgan Stanley with a quick looks at the FX bias

USD: Fed Supports USD. Bullish.

The Fed minutes have supported our bullish USD view, and we see scope for further gains. As long as the Fed wants optionality on a June rate hike, rate hike expectations are likely to increase and higher yields should support USD. At the same time, the global economic backdrop has worsened, with China data weakening, and risk appetite has weakened. We are watching core PCE and payrolls this week closely for evidence of improving economic data. We like buying USD against commodity currencies and EM.





sumber:

Russia’s Micex closed at 1,935.24, up +0.40%



Exclusive newsline by InstaForex is your reliable assistant in the Forex world.


Top Forex analysts with immense experience in Forex trading, dozens of comprehensive analytical reviews daily, various subjects and types of analysis. Moreover, economic calendar by InstaForex Company can help you be in the middle of informational flow.







sumber:

Penjualan Smartphone Lenovo Merosot 85 Persen Hanya dalam Tiga Bulan

Vendor smartphone asal Cina, Lenovo, sedang mengalami fase yang sulit di negerinya sendiri. Padahal, beberapa tahun yang lalu, mereka berhasil menjual puluhan juta unit smartphone di Cina dan menjadi brand kedua yang berhasil merajai penjualan di negara itu, tepat di belakang Samsung. Pada 2013, CEO Lenovo Yang Tuanging sesumbar bahwa tak lama lagi Lenovo akan segera menjadi brand nomor satu di negeri tirai bambu tersebut.


Namun, hal tersebut tak pernah tercapai. Dan sejak saat itu, baik Samsung maupun Lenovo sama-sama mengalami penurunan penjualan di Cina.


Kabar buruk paling anyar untuk Lenovo datang dari laporan keuangan terbaru mereka, yang mencakup bulan Januari hingga Maret. Dalam laporan tersebut tercatat bahwa penjualan smartphone Lenovo merosot tajam hingga 85 persen hanya dalam rentang periode tersebut.


“Persaingan di ranah smartphone di Cina semakin sengit,” ucap pihak perusahaan, menyatakan fakta yang sudah kita ketahui. Saat ini, Lenovo mengakui bahwa mereka terlalu lamban menyesuaikan diri dengan keinginan konsumen di Cina yang cenderung memilih perangkat dengan harga lebih mahal, langkah yang telah diantisipasi oleh kebanyakan vendor smartphone lainnya.


Nama Lenovo pun lenyap dari daftar 5 besar produsen smartphone di Cina tahun 2015.


Lenovo menginduki tiga nama brand mobile, Lenovo, Motorola, dan ZUK. Nama kedua merupakan brand penunjang yang hanya tersedia secara online dan ditujukan untuk berhadapan langsung dengan Xiaomi.


Xiaomi sendiri merupakan vendor smartphone nomor satu Cina pada 2014 dengan margin penjualan yang “aman.” Mereka mempertahankan gelar tersebut setahun setelahnya.


Namun, seiring pergeseran pola konsumen di Cina, ponsel murah-meriah Xiaomi dan ponsel Lenovo—yang sepertinya tak menawarkan sesuatu yang spesial—semakin terpuruk.


Lembaga penelitian Canalys mengatakan bahwa tahun lalu rata-rata harga smartphone di Cina melonjak hingga US$319 (sekitar Rp4,3 juta), naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka US$260 (sekitar Rp3,5 juta). Fakta ini menguntungkan Apple dan Huawei.


Meski begitu, tampaknya dewi fortuna masih menaungi Lenovo di India, dengan mereka menduduki peringkat keempat penjualan terbaik di negeri tersebut. Kendati demikian, mereka disinyalir akan mengalami keterpurukan di India, sama seperti yang mereka alami di Cina. Pasalnya Xiaomi dan smartphone lokal lainnya, Micromax, semakin diminati pembeli dari kalangan segmen bawah. Sedangkan segmen menengah ke atas dikuasai oleh Samsung dan Apple.


Atas kejadian ini, Lenovo bertekad untuk menyasar segmen yang lebih tinggi untuk pasar smartphone Cina. “Untuk wilayah lain (di luar Cina), Lenovo tetap akan tetap berfokus pada pasar berkembang,” ucap laporan tersebut. Ditambah lagi, dengan diakuisisinya Motorola, Lenovo mengaku akan semakin meningkatkan penjualan di pasar Amerika Serikat dengan portofolio produk yang kompetitif.


Badai keterpurukan tak hanya melanda Cina, namun juga brand satu rumpun mereka, Xiaomi.


Laporan keuangan terbaru Lenovo dapat kamu unduh selengkapnya di sini.


(Artikel ini pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Inggris oleh Steven Millward. Isi di dalamnya telah diterjemahkan dan dimodifikasi. Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah; sumber gambar: Jens Schott Knudsen)


The post Penjualan Smartphone Lenovo Merosot 85 Persen Hanya dalam Tiga Bulan appeared first on Tech in Asia Indonesia.





sumber: