Snapcart Peroleh Investasi Pra Seri-A Rp22 Miliar, Siap Tingkatkan Interaksi dengan Pengguna dan Ekspansi ke FIlipina

Snapcart, aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk menukarkan struk belanja mereka dengan cashback atau uang tambahan besutan Ardent Capital, mengumumkan telah memperoleh ptaran investasi pra seri-A sebesar $1,6 juta (sekitar Rp22 miliar).
Sejumlah investor yang ikut serta dalam putaran investasi tersebut adalah Wavemaker Partners, SMDV, Ardent Capital, dan SPH Media Fund—badan investasi dari Singapore Press Holding.
Reynazran Royono selaku CEO dan Founder mengungkapkan angka investasi—cukup besar untuk putaran pra seri-A—tersebut bisa diperoleh setelah Snapcart menjalin kerja sama dengan brand besar seperti Nestle dan L’Oreal di Indonesia.
Terhitung empat bulan sejak diluncurkan pada 2 September 2015, aplikasi Snapcart telah diunduh sebanyak 150.000 kali dengan pengguna aktif bulanan mencapai 85.000.
Baca juga:Dapatkan Bonus Cashback Melalui Struk Belanja dengan Aplikasi Snapcart
Pengembangan produk, ekspansi, dan pembaruan direksi

Dari sisi pengguna, Snapcart memberikan keuntungan berupa cashback atau uang tambahan bagi para pengguna yang mengirim struk belanja mereka. Sedangkan dari sisi brand, mereka informasi tentang tingkah laku pengguna mereka. Brand juga bisa melakukan survei di Snapcart untuk mendapat informasi yang lebih detail.
Dengan perolehan investasi ini, Reynazran mengungkapkan akan menggunakan dana segar tersebut untuk mengembangkan produk-produk baru seperti video untuk meningkatkan interaksi dengan pengguna dan analytical dashboard tool. Tool ini akan membantu para brand untuk memantau tingkahlaku pengguna dan menyiapkan rencana marketing ke depannya.
Hal lain yang diungkapkan Reynazran adalah rencana untuk melakukan ekspansi ke dua negara lain di Asia Tenggara, dimulai dari Filipina pada awal tahun ini.
Untuk memperkuat jajaran direksi, Mayeth Condicion yang merupakan mantan Direktur Riset P&G akan bergabung ke dalam perusahaan sebagai Co-Founder dan Chief Data Officer (CDO). Dengan pengalaman lebih dari 17 tahun di bidang analisis dan konsumen di Asia, peran serta Mayeth akan membantu ekspansi Snapcart ke Filipina.
Bagaimanapun Snapcart akan bersaing secara tidak langsung dengan layanan pemberi cashback lain seperti Shopback dari Singapura dan HomeTesterClub dari Prancis. Keduanya telah melakukan ekspansi ke Indonesia.
(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)
sumber:


