Blogger templates

Selasa, 22 Maret 2016

Apa Beda Spotify dengan Apple Music, Joox, Guvera, dan Deezer?

Dalam hitungan hari, layanan streaming musik asal Amerika Serikat Spotify, bakal hadir di Indonesia. Belum ada informasi lebih detail mengenai strategi mereka untuk bersaing di tanah air, termasuk berapa harga berlangganan yang akan ditawarkan, namun yang pasti mereka akan berhadapan dengan layanan streaming musik yang sudah duluan hadir.



Apabila kamu sedang menunggu-nunggu kehadiran Spotify di Indonesia, perbandingan tiap layanan streaming musik di bawah ini bisa menjadi panduan buat kamu. Beberapa layanan yang saya coba bandingkan dengan Spotify adalah Apple Music, Deezer, Joox, dan Guvera.




































































 SpotifyApple MusicDeezerJooxGuvera
Total lagu+ 30 juta+ 30 juta+ 30 juta“jutaan”+ 30 juta
KualitasHingga 320 kbps (OGG)256 kbps (AAC)Hingga 320 kbps (AAC)Hingga 320 kbps64 – 96 kbps (AAC)
Video
Offline
Versi gratis
Periode trial
Family Plan
Lirik lagu
PlatformWeb, OS X, Windows, Linux, iOS, Android, Windows Phone, BlackBerry, PlayStation 3 dan 4OS X, Windows, iOS, AndroidWeb, OS X, Windows, iOS, Android, Windows Phone, BlackBerryWeb, iOS, AndroidWeb, Windows, iOS, Android, Windows Phone
HargaBelum ada harga resmi untuk IndonesiaRp69.000 per bulan (perorangan)

Rp109.000 per bulan (Family Sharing)
Rp73.000 per bulanRp49.000 per bulanRp20.000 per minggu

Rp55.000 per bulan

Rp165.000 per tiga bulan

Rp303.600 per enam bulan

Rp547.800

Spotify


spotify

Sumber gambar The Odyssey Online



Sejak diluncurkan pada 2008 lalu, Spotify terus menyempurnakan layanannya. Beberapa fitur baru, yang ditambahkan pada beberapa tahun belakangan, fokus untuk membantu penggunanya menemukan musik-musik baru.


Koleksi musik Spotify tergolong luas, karena diperbarui setiap minggu. Begitu juga dengan katalog playlist-nya yang menjadi fitur andalan layanan ini.


Ada begitu banyak pihak yang “menyumbangkan” playlist mereka, mulai dari label rekaman, media, musikus, bahkan pengguna biasa. Cukup dengan follow beberapa pembuat playlist tersebut, kamu pun tak perlu khawatir lagi mendengarkan musik yang itu-itu saja.


Jika kamu malas mengikuti akun-akun orang lain, kamu dapat memanfaatkan playlist Discover Weekly. Playlist ini diperbarui setiap hari Senin dengan 30 lagu baru. Lagu-lagu yang ditambahkan dipilih oleh algoritma yang mampu memperkirakan musik-musik favoritmu, serta dari pengguna lain yang memiliki kesukaan musik mirip denganmu.


spotify-lari


Fitur pintarnya tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Di perangkat mobile, fitur Now akan merekomendasikan playlist berdasarkan kebiasaan kamu mendengarkan musik pada jam tersebut. Sementara modus Running akan memutar lagu yang temponya sesuai dengan kecepatan larimu.


spotify-playstation-4


Apabila kamu memiliki PlayStation 3 atau 4, kamu dapat mengunduh aplikasi Spotify untuk konsol favoritmu itu. Nantinya kamu dapat mendengarkan musik dari Spotify saat bermain game. Sangat berguna jika game yang sering kamu mainkan koleksi musiknya sedikit sehingga terasa repetitif dan membosankan (uhuk, Need for Speed).


Karena Spotify belum mengumumkan harga layanannya di Indonesia, saya akan membandingkannya dengan harga yang ditampilkan di situs internasionalnya. Tentunya, ada kemungkinan harga resminya nanti akan kompetitif dengan layanan-layanan music streaming yang sudah duluan hadir di tanah air.


Spotify menawarkan beberapa skema berlangganan. Mulai dari £9,99 (sekitar Rp180 ribu) per bulan atau £119,88 (sekitar Rp2,2 juta) jika kamu langsung membayar untuk berlangganan selama satu tahun.


Bagi yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa, kamu bisa membayar biaya berlangganan lebih murah, yaitu £4,99 (sekitar Rp94 ribu). Sedangkan untuk paket keluarga, tiap anggota keluarga kamu yang berlangganan akan mendapatkan diskon 50 persen dari harga premium.




App Info











Spotify Music

Spotify Ltd. –  Mar 17, 2016

Genre:  Music & Audio

Size:   Varies with device

Installs:   100,000,000 – 500,000,000

Gratis



Download





Apple Music


Apple-Music

Sumber gambar Mashable



Awal kehadiran Apple Music, yang diluncurkan pada tahun 2015, tidak bisa dibilang mulus. Selain karena sejumlah bug, salah satunya yang menghapus playlist iTunes dan musik-musik yang telah dibeli penggunanya, orang-orang membandingkan layanan ini dengan Spotify yang sudah “matang.”


Walau begitu, Apple berhasil menggaet 10 juta pengguna berbayar dalam waktu enam bulan setelah peluncurannya. Padahal, butuh waktu hampir enam tahun bagi Spotify untuk mencapai jumlah yang sama. Apple Music juga telah mengejar ketertinggalannya dari segi fitur.


Playlist juga menjadi kekuatan Apple Music, dengan koleksi yang variatif, baik dari staf Apple maupun kurator tamu. Kamu bisa berharap mendengar musik-musik yang asing di telinga, dan bahkan cenderung niche. Playlist yang memperdengarkan album-album lama dari seorang musikus atau band juga menjadi nilai tambah yang menarik.


Semakin sering kamu menggunakan Apple Music, semakin kenal layanan ini dengan selera musikmu. Kamu pun akan disuguhi rekomendasi album maupun playlist yang mungkin akan kamu nikmati pada bagian For You. Koleksi iTunes yang sudah kamu beli juga terintegrasi dengan baik, dan kamu tak perlu lagi mengkhawatirkan bug karena fitur ini telah diperbaiki.


Apple juga menambahkan fitur unik bernama Apple Music Connect. Sayangnya, fitur yang mengombinasikan Twitter, Instagram, dan SoundCloud yang memungkinkan musisi mengunggah konten eksklusif ini masih terasa seperti kota mati. Karena, masih sedikit musisi yang memanfaatkannya untuk mengunggah demo maupun konten eksklusif lainnya.


Selain menawarkan paket paket berlangganan peorangan sebesar Rp69 ribu per bulan. Sementara paket Family Sharing, yang dapat digunakan hingga enam Apple ID, ditawarkan seharga Rp109 ribu. Tautan di bawah ini hanya menampilkan Apple Music dari Google Play, karena layanan ini sudah terintegrasi ke dalam perangkat iOS.




App Info











Apple Music

Apple Inc. –  Feb 16, 2016

Genre:  Music & Audio

Size:   30M

Installs:   1,000,000 – 5,000,000

Gratis



Download





Deezer


Deezer | Screenshot


Sebelum Apple digunakan oleh 10 juta orang, Deezer adalah layanan streaming musik terbesar kedua setelah Spotify. Layanan ini punya jangkauan global terluas, dan sukses menjaring pengguna berkat kerja sama dengan operator seluler.


Fitur-fitur Deezer mirip seperti Spotify dan Apple Music. Layanan ini merekomendasikan sederetan playlist yang dibuat oleh editor mereka, label, dan kurator-kurator tamu. Nantinya playlist tersebut disusun berdasarkan genre, agar mudah dicari pengguna.


Fitur Mixes-nya cukup berguna. Selain memperdengarkan musik yang kamu suka, fitur ini juga menyelipkan rekomendasi berdasarkan algoritma mereka. Sama seperti playlist, Mixes juga terbagi menjadi genre dan tema, yang daftar musiknya menyesuaikan dengan aktivitas yang sedang kamu jalani—misalnya Work Out atau Road Trip.


Jika kamu sedang merasa manja, kamu cukup tekan tombol Play. Maka fitur Flow akan memutar playlist berdasarkan lagu dan musisi yang pernah kamu like maupun unlike. Flow tidak menampilkan musik-musik baru seperti yang dilakukan Spotify, tetapi lebih menyuguhkan musik-musik yang familier dengan telingamu.


Di Indonesia, Deezer hanya menawarkan paket berlangganan perorangan seharga Rp73 ribu per bulan. Padahal, di Perancis, layanan ini sudah menawarkan paket yang bisa digunakan untuk enam orang, layaknya Family Sharing milik Apple Music, seharga €14.99 (sekitar Rp220 ribu).




App Info











Deezer Music

Deezer Mobile –  Mar 16, 2016

Genre:  Music & Audio

Size:   Varies with device

Installs:   50,000,000 – 100,000,000

Gratis



Download






Joox


joox


Joox, meluncur di Indonesia pada bulan Oktober 2015, diklaim memiliki konten jutan lagu yang terus diperbarui secara berkala. Sebelumnya, aplikasi besutan Tencent ini hadir terlebih dahulu di Hong Kong dan Malaysia.


Dirancang dengan memerhatikan koneksi internet di Indonesia, ada empat pilihan kualitas audio yang bisa didengarkan. Kualitas paling tinggi memiliki ukuran file hingga 10 MB.


Selain itu, cukup banyak fitur yang diusung oleh layanan ini. Mulai dari Offline Play untuk mendengarkan musik saat sedang tidak tersambung ke internet, Timer yang akan mematikan aplikasi secara otomatis saat pengguna tertidur, hingga Radio yang berisi playlist hasil kurasi para profesional di industri musik tanah air.


Konten-konten lain yang telah dikurasi juga bisa kamu temukan melalui fitur Editor’s Pick. Fitur unggulan ini berisi lagu-lagu hasil kurasi orang-orang yang ada di industri musik. Isinya berganti secara berkala, mulai dari playlist bertema harian seperti I Love Monday dan MoodBooster untuk mengawali hari. Selain itu, ada juga playlist yang diangkat dari berbagai momen.


Tak ketinggalan, JOOX Music juga menawarkan fitur Local Flavor untuk kamu penyuka berbagai konten dari musisi dalam negeri. Bagi para pemburu rilisan baru, mereka bisa memantau bagian New Releases. Kamu juga bisa “berkaraoke” dengan bantuan fitur Lyrics.


Selain untuk mendengarkan musik secara streaming, Joox juga dapat digunakan sebagai music player. Aplikasinya mampu mengenali file musik yang tersimpan di smartphone penggunanya, sehingga pengguna tidak perlu berganti aplikasi untuk mendengarkan musik yang sudah mereka punya.


Untuk berlangganan Joox, kamu perlu membayar biaya Rp49 ribu per bulan.




App Info











JOOX Music

Tencent Mobility Limited –  Oct 18, 2015

Genre:  Music & Audio

Size:   14M

Installs:   1,000,000 – 5,000,000

Gratis



Download






Guvera


Guvera | Screenshot


Guvera hadir untuk pengguna di Indonesia pada bulan Februari 2014 silam, dengan harapan dapat membantu memerangi pembajakan musik di Indonesia. Layanan asal Australia ini yakin bahwa kemudahan penggunaan, tawaran harga yang terjangkau, dan opsi pembayaran yang mereka milik bisa mendorong masyarakat Indonesia menikmati musik legal dengan cara streaming.


Menggunakan Guvera sangatlah mudah. User experience-nya secara keseluruhan juga bagus. Layanan ini dilengkapi dengan musik lokal dan berbagai playlist yang didapatkan dari kerja sama dengan label musik lokal seperti Aquarius, Musica, Nagaswara, dan Trinity.


Selain itu, Guvera juga bekerja sama dengan label internasional seperti EMI, Sony, Universal, dan Warner. Secara keseluruhan, Guvera memiliki 10 juta lagu yang bisa di-stream secara online dan juga offline.


Mengenai playlist, jika di layanan lain kamu bisa mendengarkan “racikan” kurator internal maupun tamu dari kalangan label hingga musisi, Guvera menampilkan kurator-korator berupa brand. Saat artikel ini ditulis, saya bisa menemukan playlist dari Orea Indonesia dan Tokopedia.


Selain layanan berbasis web, Guvera juga memiliki aplikasi mobile untuk Android dan iOS. Aplikasi tersebut memungkinkan kamu untuk mendengarkan lagu secara offline.


Guvera menawarkan harga dasar paling murah dari semua layanan yang ada, mulai dari Rp20.000 untuk langganan per minggu, lalu Rp55.000 (per bulan), Rp165 ribu (per tiga bulan), Rp303.600 (per enam bulan), dan terakhir Rp547.800 (per tahun).




App Info











JOOX Music

Tencent Mobility Limited –  Oct 18, 2015

Genre:  Music & Audio

Size:   14M

Installs:   1,000,000 – 5,000,000

Gratis



Download






Baca juga: Streaming Musik, Harga, Kualitas Audio, atau Kelengkapan Library?



Setelah melihat perbandingan di atas, kira-kira layanan streaming musik mana yang akan kamu gunakan? Apakah kamu akan pindah ke Spotify begitu layanan ini tersedia di Indonesia, atau sudah cukup puas dengan layanan yang kamu sudah gunakan?


(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto: Sumber gambar EDM Chicago)


 


The post Apa Beda Spotify dengan Apple Music, Joox, Guvera, dan Deezer? appeared first on Tech in Asia Indonesia.





sumber:

0 komentar:

Posting Komentar