Blogger templates

Senin, 14 Maret 2016

Kumpulan Pengalaman Unik Seputar Menjalankan Startup dari Ken Dean Lawadinata

Pada hari Jumat (11/3) lalu, Tech in Asia mengadakan sesi AMA (Ask Me Anything) dengan Chairman KASKUS Ken Dean Lawadinata. Belakangan Ken juga mendirikan TORORO, e-commerce untuk perlengkapan bayi. Serta media online untuk ibu dan anak SMARTMAMA.


Berdurasi 10 jam, sesi tanya jawab ini berlangsung dari pukul 10.00 dan berakhir pada pukul 22.00. Pertanyaan yang masuk pun bermacam-macam. Mulai dari cerita pengalaman Ken mendirikan Kaskus, berbagai tip ketika mengembangkan startup, hingga Iron Man atau Captain America.


Berbagai jawaban dari pria yang mengaku kerap membolos pada saat sekolah dan kuliah ini banyak memberikan masukan dan informasi menarik. Jika kamu melewatkan sesi AMA dengan Ken, kami telah merangkumnya untuk kamu yang ingin menyelami dunia entrepreneur dan mengenal Ken lebih dekat. Langsung saja, yuk kita simak pembahasannya.


P.S. Jawaban di bawah diambil langsung dari komentar Ken dengan sedikit perubahan, mengikuti standar penulisan Tech in Asia. Tidak ada jawaban yang diubah maknanya.



Apa pandangan Ken terhadap bisnis digital terutama startup di Indonesia saat ini?


Dibandingkan saat saya pertama kali kembali ke iIndonesia, perkembangannya hingga saat ini sudah sangat pesat. Para entrepreneur dan founder saat ini jauh lebih siap dan percaya diri daripada dulu.


Kelemahan kita saat ini masih suka terbawa arus tren ataupun ikut-ikutan. Kalau hal ini tetap dilakukan, kemungkinan kita berhasil akan sangat rendah.



Tapi saya yakin as time goes by dan persaingan makin ketat, para founder di Indonesia akan jauh lebih kreatif.



Investasi Ken kan lumayan banyak di bidang yang berbeda-beda. Apakah tidak sulit untuk fokus?


Goal atau misi utama saya adalah untuk bisa membangun beberapa perusahaan dengan sukses, tanpa harus saya yang menjalankannya. Tidak mungkin kita bisa besar kalau harus jaga kandang layaknya pemilik warung. Which means saya harus bisa membina dan juga berani untuk mendelegasikan tugas kepada anggota tim saya.


Saat ini saya sudah membentuk tim kecil yang bisa saya percaya untuk menangani investasi saya, termasuk KASKUS saat ini yang ditangani kesehariannya oleh seorang profesional.



Ken kan pernah menjadi investor di berbagai startup seperti Tasterous dan FlowerAdvisor. Apakah ada pelajaran yang bisa Ken ceritakan dari pengalaman sebagai investor teknologi? Ciri-ciri apa yang Ken cari pada startup yang akan diinvestasikan?


Satu hal yang saya pelajari dari pengalaman menjadi investor adalah untuk memilih baik-baik pendirinya. Banyak founder yang mempunyai ide tapi visi mereka jangka pendek, yaitu menjual perusahaan mereka ke investor atau mendapatkan uang cepat.


Hal paling penting bagi saya saat ini untuk investasi adalah founder yang mempunyai visi jangka panjang dan juga memiliki misi untuk merubah keadaan saat ini. Idealisme to make the world a better place through their product.



Bagaimana cara Ken menarik para user untuk terus terpikat dengan KASKUS pada masa awal-awal terbentuk?


Yang kita utamakan saat itu adalah mendapatkan growth yg signifikan dengan mengutamakan product building dan penawaran kepada user. Kita tidak pernah memedulikan profit. Semua keuntungan yang kita dapatkan selalu kita investasikan kembali.


Dari tahun 2008, pertama kali perusahaan KASKUS terbentuk, sampai dengan 2016 ini, Kaskus selalu profit. Tetapi kita tidak pernah mengambil pembagian hasil ataupun keuntungan sekalipun. Ini adalah komitmen yang membuat Kaskus bisa bertumbuh secepat itu.



Saya percaya bahwa the best marketing is a good product. Tanpa harus membayar miliaran, cukup membuat service atau produk yang menguntungkan bagi user, mereka dengan sendirinya akan menjadi marketing tools untuk produk kita.




Waktu itu kenapa kamu berkuliah kalau tidak suka?


Well, alasan saya kuliah sama seperti anak seumur saya pada umumnya, yaitu disuruh orang tua. Waktu itu saya ambil jurusan finance. Tetapi jangan salah paham kalau saya menganggap kuliah itu tidak berguna. Banyak network saya di Indonesia saat ini hasil dari pertemanan ketika kuliah ataupun SMA, dan mereka banyak membuka peluang bagi saya.



Apa alasan Ken dan Andrew memutuskan untuk “keluar” dari KASKUS sebagai CEO dan CTO?


Dari pertama kali saya dan Andrew membentuk perusahaan, saya selalu bilang akan ada waktu di mana kita sebagai owner dan founder untuk mundur dan memilih profesional yang menjalankan company kita. Alasannya, karena mereka tidak bisa seperti kita, yang terkadang memiliki personal attachment kepada perusahaan.


Saya juga memiliki pandangan bahwa perusahaan yang benar-benar sukses adalah perusahaan yang bisa ditinggal oleh pendirinya, karena artinya kita berhasil untuk membuat self-sustaining and independent company.



Ketika membangun suatu startup tentu ada bentrokan ide di sana sini. Bagaimana manajemen konflik Ken dengan Andrew?


Bentrokan pasti ada, terutama karena saya pihak yang lebih keras dan karakter saya dominan. Untungnya, kepercayaan antara saya dan Andrew sangat besar. Dia tahu apapun yang saya lakukan tidak akan pernah merugikan dia. Jadi dari awal kita berdua sudah sepakat bahwa keputusan akhir selalu di saya, karena itulah saya yang menjadi CEO.


Sampai saat ini saya sangat bangga dan appreciate trust yang Andrew taruh kepada saya ketika masih berumur 22 tahun saat itu. So the key is trust.



Layaknya roller coaster, apa sih pengalaman paling menyenangkan dan menyedihkan bagi Ken khususnya di Kaskus?


Paling menyenangkan adalah saat kembali ke Indonesia dan saya sering sekali mendengar atau melihat orang sedang mengakses Kaskus. The feeling of having your product being appreciated and used is exhilarating.


Paling menyedihkan adalah saat kita diserang hacker. Saya dan Andrew tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya, dan saat itu juga saya tidak bisa meminta tolong kepada orang tua, karena mereka di bidang yang berbeda. Ditambah lagi saat itu saya juga meminjam uang dari mereka. Jadi saya sangat khawatir kalau mereka sampai tahu Kaskus mati dan tidak bisa diakses.



Kalau ada satu hal yang selalu saya persiapkan atau rencanakan adalah, saya selalu mempersiapkan diri untuk bisa menghadapi semua opportunity yang hadir di depan mata. Kesempatan hadir di semua orang, dan yang membuat kita tidak bisa maju adalah ketidaksiapan kita dalam mengambil opportunity itu baik secara mental ataupun skill.




Iron Man atau Captain America?


Iron Man brooo!!!!!


(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto; Sumber gambar Sooperboy)


The post Kumpulan Pengalaman Unik Seputar Menjalankan Startup dari Ken Dean Lawadinata appeared first on Tech in Asia Indonesia.





sumber:

0 komentar:

Posting Komentar