Lippo Group makin aktif bergeliat di ranah startup tanah air. Setelah menyasar ranah business-to-consumer (B2C) dengan mendirikan MatahariMall pada Februari 2015 lalu, hari ini (22/3) mereka mencoba peluang bisnis yang lebih besar di ranah business-to-business (B2B) dengan meluncurkan Mbiz.
Menurut Adrian Suherman, CEO Lippo Digital Group sekaligus komisaris Mbiz dan MatahariMall, ranah B2B masih didominasi oleh ritel offline yang prosesnya cenderung berbelit. Kehadiran Mbiz diharapkan bisa menjadi solusi yang lebih praktis.
Adrian beranggapan bahwa ranah B2B di Indonesia masih sangat menjanjikan karena belum banyak pemain sejenis di dalamnya. Selain itu, ia juga optimis bahwa penetrasi internet akan semakin membuka peluang yang makin menjanjikan untuk ranah B2B.
Situs Mbiz sendiri mengadaptasi layanan marketplace. Adrian mengungkapkan bahwa hal ini dilakukan untuk membuat konsumen mudah menemukan produk yang disediakan dari berbagai vendor. Tersedia 12 kategori produk industri di dalamnya, seperti Makanan, Telekomunikasi, Alat Percetakan, dan lainnya.
Sebagai langkah awal, sistem procurement atau pengadaan barang dari Mbiz ini sudah diaplikasikan untuk berbagai lini bisnis yang berada di bawah lisensi Lippo Group sejak kuartal ketiga 2015.
Fokus edukasi pasar terlebih dahulu
Untuk tahun ini, menurut Andrew Mawikere, Co-Founder Mbiz, fokus perusahaan adalah untuk mengedukasi pasar agar mengadaptasi ranah online untuk kebutuhan industri. Sehingga, strategi yang digunakan akan sangat berbeda dengan marketplace pada umumnya.
Ia menuturkan bahwa sejauh ini strategi yang dilakukan adalah melakukan pendekatan secara langsung kepada perusahaan dan mitra potensial di seluruh Indonesia. “Bila sebuah perusahaan sudah bergabung, maka akan mudah untuk merangkul unit bisnis lainnya dengan pelayanan berkelanjutan,” katanya.

Andrew juga menyediakan algoritma di situsnya yang mampu menganalisis perilaku konsumen. Analisis tersebut akan memberikan informasi berkelanjutan tentang produk yang dibutuhkan pengguna melalui newsletter. Dengan begitu, Mbiz bisa menganalisis produk-produk seperti apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Mbiz juga menawarkan layanan konsultasi bisnis untuk setiap perusahaan yang memerlukan pengadaan barang-barang. Andrew mengungkapkan bahwa dengan cara ini Mbiz bisa menjadi end-to-end solution bagi enterprise di dalam negeri.
Untuk terus beroperasi, Andrew mengatakan bahwa perusahaannya menerapkan sistem komisi untuk setiap transaksi yang berhasil. Namun ia enggan menyebut besaran persen yang dikenakan. Ia mengatakan, “Setiap persen komisi akan berbeda di tiap kategori produk yang ditawarkan Mbiz.”
Sejauh ini, ia memaparkan bahwa telah tersedia lebih dari 500 vendor yang bergabung di Mbiz di seluruh Indonesia. Sementara jumlah tim di Mbiz sendiri sudah hampir sebanyak 100 orang. Sayangnya untuk nilai investasi awal Mbiz, Andrew enggan menyebut besarnya angka pasti.
Dari B2B ke B2G
Sebagai perusahaan yang baru diluncurkan, Andrew memaparkan rencana yang akan dilakukan Mbiz ke depannya. “Dalam waktu dekat kategori produk di situs Mbiz akan bertambah dan kami akan berusaha untuk memenuhi seluruh kebutuhan industri dalam negeri,” paparnya.
Rencana selanjutnya adalah untuk memperbanyak vendor yang bekerja sama dengan Mbiz. Selain itu, Mbiz juga tidak hanya menargetkan B2B, tetapi juga B2G (business-to-government).
Ranah marketplace untuk B2B memang sudah mulai diisi oleh pemain yang sudah mencicipi ranah B2C sebelumnya. Kini marketplace yang menyasar ranah B2B antara lain adalah Bhinneka, KawanLama, dan Ralali.
Baca juga: Beres Siap Menantang Seekmi dan Ahlijasa dalam Perang Marketplace Jasa di Indonesia(Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)
The post Mbiz Tawarkan Solusi Pengadaan Barang Praktis bagi Enterprise appeared first on Tech in Asia Indonesia.
sumber:
0 komentar:
Posting Komentar