Masih ingatkah kamu dengan game simulasi petinju berjudul Punch Club yang dirilis awal tahun 2016? Belum lama ini penerbit tinyBuild membagikan fakta tentang pembajakan game tersebut yang sudah dilakukan sebanyak 1,6 juta kali sejak dirilis.
Punch Club yang baru-baru ini mendapatkan ekspansi gratis berjudul The Dark Fist dikembangkan oleh Lazy Bear Games. Game ini sudah terjual sebanyak 300.000 kopi di PC, iOS, serta Android. Namun, ternyata lebih dari 1,6 juta kopi yang dimainkan oleh gamer di seluruh dunia merupakan hasil pembajakan. Alex Nichiporcik, CEO tinyBuild, menyajikan data pembajakan Punch Club yang mengkhawatirkan ini secara rinci.
Punch Club dipasarkan seharga US$9,99 (sekitar Rp 130.000), harga yang masuk akal untuk game simulasi singkat dengan mekanisme permainan yang mendalam. Namun, Punch Club ternyata sudah muncul di berbagai situs Torrent beberapa jam setelah resmi dirilis. Akibatnya, Punch Club versi PC dan mobile masing-masing telah dibajak sebanyak lebih dari 1,1 juta kopi dan 500.000 kopi. Mayoritas pembajakan versi mobile dilakukan oleh pengguna Android.
Beberapa data pembajakan Punch Club yang diungkapkan oleh tinyBuild antara lain:
- Untuk setiap satu penjualan resmi di PC, ada empat kopi bajakan yang diunduh
- Untuk setiap penjualan di Android, ada dua belas kopi bajakan yang diunduh
- Untuk setiap penjualan di iOS, ada dua kopi bajakan yang diunduh
Uniknya, total pembajakan Punch Club di Brazil naik drastis sesaat setelah mendapatkan update bahasa Portugis. Ternyata pemain di Brazil lebih menyukai Punch Club dengan bahasa lokalnya. Berbeda dengan Cina yang telah membajak sebelum adanya lokalisasi bahasa Cina. Tampaknya pemain Punch Club di Cina tidak masalah membajak game berbahasa Inggris.
Di sisi lain, lokalisasi bahasa justru menarik para pemain Punch Club di Jerman dan Perancis. Keduanya menjadi negara dengan persentase pembeli resmi terbesar dari total kopi game yang beredar di negara masing-masing.

Tanggapan yang berbeda dari berbagai negara menunjukkan bahwa lokalisasi bahasa dapat menjadi peredam sekaligus pemicu pembajakan game, tergantung dari bahasa apa dan negara mana yang disasar. TinyBit merasakan betapa positifnya tanggapan pemain di Eropa Barat jika ada dukungan bahasa lokalnya, tetapi pembajakan di Brazil justru dipicu oleh lokalisasi bahasa Portugis dalam game.
Menurut kalian sendiri, apakah game berbahasa Indonesia menarik untuk dibajak? Atau malah pembajakan game di Indonesia sudah tidak melihat bahasa sebagai sesuatu yang penting?
Sumber: tinyBuild
The post Punch Club Telah Dibajak 1,6 Juta Kali, Lokalisasi Bahasa Menjadi Salah Satu Pemicunya appeared first on Tech in Asia Indonesia.
sumber:




0 komentar:
Posting Komentar