Blogger templates

Kamis, 24 Maret 2016

Siapkah Kamu Menjadi Bagian dari “Mobile First World” di Indonesia?

Artikel ini disponsori oleh:MoEngage Logo


(Update 23 Maret: Kami mengubah keterangan jabatan Weihan Liew)


Tahukah kamu berapa lama rata-rata pengguna menghabiskan waktu mereka dengan smartphone mereka? 30 jam setiap bulannya! Para pengguna smartphone ini melakukan berbagai hal—bisa dibilang hampir semuanya—dengan aplikasi yang mereka unduh. Berselancar di web, melihat peta, berkomunikasi di media sosial, chatting, mengakses hiburan seperti game atau video, belanja, belajar, dan sebagainya.


Jumlah early adopter perangkat mobile di Asia tidaklah sedikit. Perangkat mobile juga menjadi alat yang pertama kali digunakan sebagian besar orang di Asia untuk mengakses internet. Bahkan, di tahun 2019, pengeluaran perusahaan dan individu terhadap perangkat serta software dan layanan mobile di Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang), akan mencapai angka sebesar $578 miliar (sekitar Rp7,6 kuadriliun). Karena itu, Asia disebut-sebut akan memimpin ”mobile-first”.


Berbicara soal Asia dan mobile first, Indonesia juga tidak boleh dilewatkan. Data membuktikan, negara ini memiliki penetrasi internet sebesar 93 juta di tahun 2015. Jumlah penggunaan internet yang tinggi tersebut juga disebabkan oleh pengguna internet mobile yang meningkat pesat hingga mencapai angka 67 juta pengguna di tahun 2015 dan diprediksi akan naik menjadi 84 juta pada 2016.


Yang lebih menarik lagi, jika pasar negara berkembang lain dipenuhi oleh featured phone, early adopter di Indonesia justru banyak menggunakan smartphone. Dengan pertumbuhan sebesar 35 persen, jumlah pengguna smartphone di Indonesia diperkirakan akan mencapai 69 juta orang di tahun 2016.


Kombinasi perkembangan pengguna mobile dan sebutan mobile first, membuat Indonesia semakin menarik bagi para pelaku industri mobile. Di sisi lain, serangkaian tantangan juga ditemui di Indonesia. Apa saja?


1. “Bakat emas” teknologi mobile


Tantangan terbesar yang dihadapi industri mobile di Indonesia adalah dalam menemukan orang yang berkualitas untuk menciptakan inovasi di bidang mobile. Startup berperang satu sama lain untuk mendapatkan sumber daya manusia terbaik, namun jumlah kebutuhannya ternyata tidak sesuai dengan talent yang tersedia.


Beberapa startup dengan dana yang memadai memilih untuk melakukan pengembangan produk mobile mereka di luar negeri. Ada juga yang mencari tim outsource untuk pengembangan produk mereka dari negara lain seperti India dan Vietnam.


Strategi lain yang dapat menjadi pilihan adalah acquihiring, yaitu sebuah perusahaan mengakuisisi perusahaan lainnya untuk mendapatkan sumber daya manusia di perusahaan yang telah menjadi miliknya itu. Contohnya seperti yang dilakukan GO-JEK dengan mengakuisisi dua startup di India.


Lalu, apa yang perlu dilakukan startup lain yang baru berkembang, sehingga bisa mendapatkan talenta-talenta terbaik untuk pengembangan produk mereka?


2. Dilema engaging dan retaining pengguna


Apakah mendapatkan pengguna saja sudah cukup? Tentu tidak. Tugas para pemain di industri mobile belum selesai sampai mereka dapat mempertahankan user yang sudah ada, dan membuat user tidak pernah bosan menggunakan sebuah aplikasi. Semakin lama pengguna merasa ter-engage atau terikat pada sebuah aplikasi, tentu akan lebih mudah untuk retain atau mempertahankan mereka.


Penting bagi pengembang aplikasi untuk memahami perilaku pengguna atau user behavior. Dengan begitu, pengembang aplikasi dapat menentukan strategi yang paling tepat untuk mempertahankan pengguna. Cara retain pun beragam. Bisa dengan memperbaiki produk dari segi visual, memberikan notifikasi agar pengguna tidak “melupakan” keberadaan aplikasi, dan banyak lagi.



Masih punya banyak pertanyaan seputar mobile-first dan tantangan yang akan dihadapinya? Mau tahu solusi terbaik untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut? Semuanya akan dikupas tuntas dalam meet up MoEngage x Tech in Asia: Growth in the Mobile First World.


Insight perkembangan aplikasi mobile di Asia, perbandingannya dengan negara-negara maju, tren industri mobile, hingga tip dan trik untuk menghadapi persaingan industri mobile di “mobile-first world” , semuanya akan dibahas oleh para expert yang akan kami hadirkan di acara ini.


Tertarik untuk mengenal lebih dalam tentang “mobile-first world”? Kosongkan jadwal kamu dan pastikan kamu menghadiri acara ini!


Hari, tanggal : Rabu, 30 Maret 2016
Waktu : 19.00 – 21.00 WIB
Lokasi : Lot 8 Resto & Bar SCBD, Jl. Jenderal Sudirman Kav 52-53


Acara ini kami adakan gratis secara terbatas untuk undangan VIP (hanya yang menerima email konfirmasi setelah mendaftar yang dapat hadir). Jadi, kalau mau nama kamu ada di daftar undangan kami, segera daftarkan diri kamu di tautan berikut:


Button MoEngagexTechinAsia



Kami juga menghadirkan para expert di bidang mobile. Mereka adalah:


Weihan Liew – Founder JalanTikus.com CEO Mainspring Technology (Babe, Maingames, Jalan Tikus)


Sebelum mendirikan JalanTikus.com, sebuah situs untuk mengunduh berbagai aplikasi dan game mobile, Weihan pernah bekerja untuk Microsoft regional Cina di departemen Research & Development (R & D). Saat ini, Weihan juga menjabat sebagai CEO Mainspring Technology, perusahaan teknologi yang menciptakan aplikasi berita mobile bernama Babe dan game mobile.


Industri mobile dan digital tentunya tidak asing lagi baginya, mengingat peraih gelar Master dari The University of Chicago – Booth School of Business ini juga pernah menjabat sebagai Senior Product Manager Windows Phone di Microsoft China dan Principal Nokia Growth Partners.


Samujjal Purkayastha – VP Partnerships & Growth MoEngage


Sebelum bergabung dengan MoEngage, platform User Engagement dan App Analytics asal India, pria yang biasa dipanggil Sam ini memiliki latar belakang yang menarik di industri mobile dan digital, di antaranya menjadi engineer di Microsoft untuk divisi Windows dan Windows Live, serta menjadi founder dari beberapa startup.


Dannis Muhammad – Head of Marketing Traveloka


Layanan pemesanan tiket online ini mungkin sudah cukup sering kamu dengar. Kali ini, Dannis Muhammad, Head of Marketing Traveloka yang juga bersentuhan dengan angka dan analytics, akan ikut berbagi insight menarik seputar mobile di sini.



Jadilah yang pertama mengetahui insight terkini dan strategi terbaik dalam menghadapi “mobile-first world”! Sampai bertemu di MoEngage x Tech in Asia: Growth in the Mobile First World.


Baca Juga: Bagaimana Mobile Mengubah Industri Teknologi(Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)


The post Siapkah Kamu Menjadi Bagian dari “Mobile First World” di Indonesia? appeared first on Tech in Asia Indonesia.





sumber:

0 komentar:

Posting Komentar