Startup penyedia jasa on-demand bisa dibilang banyak bermunculan dalam beberapa bulan belakangan. Tidak hanya dari Indonesia, beberapa startup serupa dari luar negeri juga ikut bersaing di tanah air.
Salah satunya yang akan saya bahas kali ini adalah startup jasa on-demand asal Malaysia, yaitu RecomN. Startup ini baru saja memperoleh investasi tahap awal sebesar US$1 juta (sekitar Rp13 miliar) yang dipimpin oleh Gobi Partners.
RecomN menggunakan dana investasi tersebut untuk melakukan ekspansi regional, yang mana Indonesia merupakan salah satu target pasar dari RecomN. Di Indonesia startup ini hadir dengan nama Sejasa dan sudah beroperasi dalam beberapa bulan belakangan.
Sejasa memungkinkan pengguna untuk memesan segala jenis jasa. Seperti jasa fotografi, perbaikan AC, ahli kunci, dan lainnya. Untuk bisa menggunakannya, pengguna diharuskan mengisi sebuah formulir. Hal itu perlu dilakukan agar Sejasa bisa mencocokkan kebutuhan pengguna dengan jasa yang tepat.

Kemudian, dalam beberapa jam, pihak Sejasa akan memberikan rekomendasi jasa yang sesuai dengan permintaan pengguna. Dari pengalaman mencoba layanan ini, penyedia vendor akan langsung menghubungi saya melalui telepon dan e-mail.
Bersaing ketat dengan pemain lokal

Startup ini diluncurkan pertama kali pada tahun 2014. Berdasarkan pengakuan Jes Min La, selaku Co-Founder, sejak diluncurkan RecomN terus beroperasi secara bootstrap.
Semenjak itu, pada Maret 2016 situs ini telah memproses 15.000 pesanan jasa per bulan dan terdapat 5.000 penyedia jasa baru yang bergabung. Angka tersebut berasal dari Indonesia dan Malaysia.
Di Indonesia sendiri, Jes mengklaim bahwa Sejasa merupakan pemimpin pasar dengan 400 hingga 500 pesanan setiap hari. Pernyataan tersebut belum bisa diverifikasi mengingat startup lain belum ada yang mengumumkan data mereka.
Disinggung mengenai model bisnis, Jes menjelaskan bahwa ia menggunakan dua model bisnis. Pertama, penyedia jasa bisa membayar sejumlah uang tiap kali menerima pesanan dari pengguna. Kedua, sebagai alternatif para penyedia jasa bisa membayar paket berlangganan selama enam bulan. Paket tersebut sudah dilengkapi dengan jumlah pesanan yang tidak terbatas serta dukungan terhadap SEO dan marketing.
Pendapatan yang diperoleh terus bertambah, tetapi Jes mengungkapkan bahwa “angkanya masih kecil.” Sekarang startup ini sudah siap untuk berkembang lebih besar.
“Kami telah menunggu cukup lama untuk menggalang investasi, karena kami ingin memastikan model yang kami gunakan bisa berkembang lebih besar,” jelas Jes.
Bagaimanapun dengan masuk ke Indonesia, Sejasa akan bersaing dengan pemain situs serupa seperti Seekmi, Beres, Monolia, dan Ahlijasa. Hal yang membedakan kelima startup tersebut adalah cara bagaimana cara pengguna memesan jasa dan seberapa cepat situs-situs tersebut memberikan rekomendasi jasa ke pengguna.
Baca juga: Kumpulan Situs untuk Mencari Berbagai Jenis Jasa
(Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)
The post Startup Asal Malaysia Ini Ingin Mendominasi Layanan Penyedia Jasa On-Demand di Indonesia appeared first on Tech in Asia Indonesia.
sumber:
0 komentar:
Posting Komentar