Blogger templates

Selasa, 08 Maret 2016

Rekruta Ingin Mempermudah Masalah Perekrutan oleh Perusahaan dengan Teknologi SaaS HR ATS

Sebuah perusahaan yang baik seharusnya memiliki anggota tim yang berbakat. Akan tetapi untuk bisa mendapat anggota tim dengan kompetensi tinggi bukanlah hal mudah. Perusahaan harus bisa jeli, aktif, dan kompetitif. Masalah inilah yang ingin dipecahkan oleh Rekruta, startup yang menyediakan teknologi SaaS Human Resource (HR) Applicant Tracking System (ATS).


Singkatnya Rekruta merupakan sebuah layanan yang dapat membantu perusahaan untuk melacak dan mengelola status perekrutan mereka. Seperti mengelompokkan apakah sang kandidat baru mengajukan lamaran, sudah melewati tahap tanya jawab, atau sudah diterima. Dengan layanan ini, semua hal tersebut bisa dilakukan melalui komputer.


Sejumlah fitur andalan Rekruta adalah:


  • Perusahaan bisa membuat laman situs lowongan pekerjaan dengan label perusahaan itu sendiri tanpa menggunakan keahlian pemrograman sama sekali.

  • Adanya sistem kolaborasi yang memungkinkan tim atau divisi di sebuah perusahaan untuk berkomunikasi satu sama lain.

  • Dengan sebuah ekstensi di Google Chrome, pengguna bisa memasukkan langsung kandidat-kandidat dari berbagai situs lowongan pekerjaan. Selain itu pengguna juga bisa memberi referensi ke pengguna lain.

Melalui fitur-fitur tersebut, Rekruta berencana untuk menyasar berbagai sektor perusahaan di Indonesia. Mulai dari perusahaan teknologi, e-commerce, ritel, hingga perusahaan minyak.


Dari Silicon Valley ke Indonesia



Startup ini didirikan oleh Yanuar Wibisono (CTO) dan Silvia Pratama (CEO). Keduanya merupakan orang Indonesia yang sebelumnya tinggal, bekerja, dan menempuh pendidikan di AS.


Yanuar merupakan lulusan Universitas Illinois. Ia sempat bekerja di sejumlah perusahaan teknologi di AS. Seperti Quora, sebagai User Interface Engineering. Dan Wolfram Alpha, sebuah mesin pencari komputasi sebagai developer Web.


Sedangkan Silvia merupakan lulusan Universitas Berkeley di California, AS. Setelah itu, ia sempat bekerja sebagai Project Manager dalam sebuah kolaborasi perusahaan layanan Parsons Brinckerhoff dengan Bandara Internasional San Francisco.


“Kita melihat adanya kebutuhan akanApplicant Tracking System di Indonesia dan kami ingin Rekruta menjadi SaaS HR ATS pertama di Indonesia,” ungkap Silvia menjelaskan latar belakang ia mendirikan Rekruta kepada Tech in Asia.
Rekruta


Rekruta baru diluncurkan beberapa hari lalu, dan saat ini sedang masih dalam tahap private beta. Disinggung mengenai model bisnis, Silvia enggan menjelaskan secara detail berapa tarif yang dikenakan. Ia hanya menjelaskan bahwa biaya akan ditentukan berdasarkan jumlah pengguna di perusahaan tersebut.


Bagaimanapun Rekruta bukanlah layanan pelacak lamaran pekerjaan pertama di Indonesia. Startup lain yang juga menyediakan layanan serupa dan sudah lebih dulu hadir adalah Netis HR, sebuah layanan perekrutan yang merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan Jepang.


Baca juga: Dengan dukungan konsultan HR, Netis HRIS ingin menjadi solusi perekrutan dan manajemen HR terdepan(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto; Sumber gambar Gangplank HQ)


The post Rekruta Ingin Mempermudah Masalah Perekrutan oleh Perusahaan dengan Teknologi SaaS HR ATS appeared first on Tech in Asia Indonesia.





sumber:

0 komentar:

Posting Komentar