Baru-baru ini dunia maya diramaikan dengan kehadiran sebuah poster peringatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Isi poster tentang daftar sejumlah game yang dianggap dapat membahayakan perkembangan anak itu menuai kontroversi di antara masyarakat Indonesia. Responsnya beragam, mulai dari yang menyindir Kemdikbud hingga menyetujui isi poster tersebut.
Simak tanggapan dan diskusi tentang poster kontroversial dari Kemdikbud yang dimaksud di sini
Setelah menuai perbincangan, akhirnya ada yang membawa topik game langsung ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Baswedan. Seperti yang dilansir dari Detik melalui wawancara singkat seusai rapat di Istana Negara, beliau berkata, “Game itu sendiri bisa mendidik. Jadi jangan buru-buru game itu salah. Game itu secara prinsip netral. Kayak api lah, bisa membakar bisa buat ngangetin tubuh.”
“Ada studi yang menyebutkan bahwa anak yang terbiasa main game yang sesuai umurnya, ternyata mereka pengambil keputusan yang cepat dan berani. Latihannya dari game,” tambah beliau.

Menteri Anies Baswedan yang baru selesai rapat di Istana Negara.
Pernyataan beliau meninggalkan kesan bahwa poster yang dikeluarkan oleh Kemdikbud beberapa waktu lalu tidak sepenuhnya mencerminkan pandangan menterinya sendiri. Mungkin kalau saja Kemdikbud juga mencantumkan hasil studi yang sesuai dengan pendapat Bapak Anies Baswedan dan tidak berat sebelah, poster tersebut tidak akan menjadi kontroversi.
Senada dengan pendapat beliau, saya sendiri yang sejak kecil telah bersentuhan dengan video game juga merasakan manfaat dan kerugian bermain game. Layaknya api, nilai gunanya tergantung bagaimana kita memanfaatkannya.
Di akhir wawancara, Mendikbud menutup dengan pernyataan bijak lainnya. “Game itu tergantung cara pakainya, umurnya berapa. Jangan anti game, jangan buta pro game. Game bisa membantu. Gamer itu belajar banyak dari game.” Apakah kamu setuju?
Sumber: Detik
The post Mendikbud Anies Baswedan Menganggap Game Bisa Mendidik, Bila Dimainkan dengan Benar appeared first on Tech in Asia Indonesia.
sumber:
0 komentar:
Posting Komentar