Blogger templates

Rabu, 27 April 2016

[Review] The Startup Owner’s Manual: Panduan Teknis Membangun Startup


Menjadi founder dari sebuah startup sudah menjadi impian orang. Banyak di antara kita yang kini berambisi untuk membangun sebuah startup. Tidak hanya para karyawan yang ingin bebas dari ruang kantornya, tetapi mahasiswa dan bahkan siswa sekolah menengah juga sudah ada yang mencoba untuk membangun sebuah startup. Itu membuktikan bahwa siapa saja bisa menjadi entrepreneur asal mereka semangat dan berada di jalan yang benar.


Lalu dari mana kita bisa tahu cara menjalankan ambisi kita untuk membangun sebuah startup. Berbeda dengan dulu sebelum tren digital hadir di Indonesia, kini kita bisa dengan mudah belajar dari orang yang berpengalaman, seperti lewat seminar atau lewat buku-buku yang dibuat oleh mereka.


Salah satu buku yang membahas tentang startup adalah The Startup Owner’s Manual. Buku ini ditulis oleh Steve Blank bersama koleganya Bob Dorf. Steve Blank sendiri adalah seorang serial entrepreneur asal Silicon Valley. Menurut saya kisah Steve yang sangat panjang membuat buku ini terkesan memiliki banyak pesan. Sebenarnya buku ini sudah diterbitkan pada tahun 2012 dalam bahasa Inggris, dan pada tahun 2015 buku ini baru diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.


Seperti judulnya, buku ini benar-benar sebuah panduan teknis ketika kamu membangun startup. Buku ini tidak dianjurkan untuk dibaca sekaligus hingga selesai. Pengarangnya menyarankan untuk membacanya perlahan selama perjalanan kamu membangun startup.


Menurut Steve, sebuah startup bukanlah versi kecil dari sebuah perusahaan besar, melainkan sebuah organisasi sementara yang mencari sebuah model bisnis yang dapat tumbuh dan meningkatkan laba secara berkelanjutan. Di dalamnya terdapat ide-ide dan dugaan-dugaan yang dapat diimplementasikan namun tidak memiliki pelanggan dan hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang pelanggan.


Pada buku ini sangat intim membahas soal pengguna dari produkmu nantinya. Salah satunya adalah panduan customer relationship, ada tiga langkah yang harus dilewati yaitu mendapatkan, mempertahankan, dan mengembangkan.


Mendapatkan pengguna


Membangun produk adalah bagian yang mudah. Yang sulit adalah mendapatkan pengguna.



Untuk memulai mendapatkan pengguna, salah satu cara terbaiknya adalah melalui komunitas. Kita bisa mendapatkan umpan balik dengan bertanya secara langsung, karena mereka yang kemungkinan besar sangat membutuhkan produk yang kamu buat dan akan menjadi pengguna pertamamu.


Banyak cara umum yang bisa digunakan untuk mendapatkan pengguna. Seperti mengeluarkan uang untuk mendaftar pada media iklan online atau offline. Cara gratis juga bisa digunakan seperti penggunaan SEO (Search Engine Optimization) agar orang menemukan produkmu lebih dulu di Internet, atau memanfaatkan media untuk memberikan ulasan tentang fitur produkmu.


Jika produkmu berbayar, kamu dapat melakukan aktivasi pengguna—atau membuat pengguna menggunakan produkmu—dengan beberapa cara. Misalnya memberikan versi free trial selama satu bulan, atau memberikan tarif diskon selama jangka waktu tertentu sebelum diberlakukan tarif normal.


Setelah itu pantau hasil pengujian aktivasi pengguna tersebut. Ini adalah tahap yang menentukan apakah pengguna akan memutuskan untuk berpartisipasi, bermain, atau membeli produkmu.


Baca juga: 5 Kesalahan yang Dibuat Startup Ketika Mengirim E-mail ke Jurnalis


Mempertahankan pengguna


Berhasil atau tidak mempertahankannya berdasarkan pada pengawasan ketat atas perilaku pengguna.



Monitor semua perilaku pengguna. Kapan mereka pergi dan apa penyebabnya, apa yang mereka klik, respons apa ketika diberikan promosi, dan pertanyaan lainnya. Hal ini dilakukan bukan untuk melacak segala hal, tetapi untuk melengkapi produk agar mengikuti perilaku pengguna.


Program loyalitas seperti pemberian penghargaan juga bisa dilakukan. Bantuan digital yang kuat (seperti customer service, FAQ, dan sebagainya), dukungan terhadap komunitas, dan memberikan pelayanan yang baik juga harus dilakukan.


Mengembangkan pengguna


Setelah berhasil mengakuisisi pengguna, tahap selanjutnya adalah mempertahankan dan mengembangkan pengguna yang sudah ada. Buku ini memberi beberapa contoh cara untuk melakukannya.


1. Buat pengguna berbelanja lebih banyak


Produk e-commerce dapat dilengkapi AI, fungsinya untuk menawarkan barang yang mungkin dibeli atau disukai pengguna.


2. Buat pengguna mengajak temannya untuk menggunakan


Penawaran khusus dapat membuat pengguna agar mereka mengajak temannya menggunakan produkmu. Seperti yang kita tahu, GO-JEK punya sistem referral code yang memberikan penawaran khusus kepada kita agar mengajak orang lain untuk menggunakannya. Itu merupakan salah satu cara untuk mengembangkan pengguna.


Baca juga: Review Buku StartupPedia: Bagaimana Mendirikan Startup Teknologi ala Silicon Valley



Buku ini juga menjabarkan beberapa hipotesis lainnya, seperti HAKI, sumber daya, dan lainnya. Semua itu harus kamu analisis untuk menentukan taktik yang cocok. Karena setiap produk sangatlah berbeda, perlu perencanaan yang cocok agar produkmu sukses dipasarkan.


Selain itu sebagai founder kamu harus semangat dan yakin terhadap jalan yang diambil, karena itu memengaruhi cerita perkembangan startup milikmu.


Mengambil sebuah jalan baru, sering kali diliputi ketidakpastian, rasa takut, dan keraguan.



Gramedia The Startup Owner’s Manual, Rp219.800


ebay The Startup Owner’s Manual, US$29,75


(Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah; sumber gambar Jbwoodruffdesign)



The post [Review] The Startup Owner’s Manual: Panduan Teknis Membangun Startup appeared first on Tech in Asia Indonesia.





sumber:

0 komentar:

Posting Komentar