Sudah menjadi tipikal netizen di dalam negeri untuk berbondong-bondong mencoba aplikasi baru yang memiliki daya tarik lebih. Setelah aplikasi Snapchat, kini media sosial dibanjiri posting tentang aplikasi Steller.
Check out my story about #AADC2 gala premiere in Jogja on @stellerstories https://t.co/gAWfD3H9DN
— Dian Sastrowardoyo (@therealDiSastr) April 25, 2016
Layanan utama yang ditawarkan Steller adalah memberi wadah bagi pengguna untuk berbagi cerita melalui gambar dan deskripsi. Dengan fungsi tersebut, bisa dikatakan aplikasi Steller merupakan gabungan aplikasi edit foto dan media sosial.
Steller merupakan karya dari developer Mombo Labs asal California, Amerika Serikat. Data dari AppAnnie menyebut bahwa aplikasi untuk platform iOS sudah tersedia sejak Desember 2013. Sedangkan versi untuk platform Android masih dalam tahap beta testing, yang mengharuskan pengguna memberi e-mail untuk mencoba aplikasi ini.
Perlu bubuhkan kreativitas dalam menyusun cerita

Untuk menggunakan layanan dari aplikasi Steller, pengguna diharuskan mendaftarkan e-mail. Atau bisa juga langsung dengan menghubungkan akun media sosial Instagram, Facebook, dan Twitter. Namun bila tidak berminat mendaftar, pengguna bisa memilih opsi Login as Guest.
Pilihan Login as Guest langsung mengarahkan pengunjung melihat berbagai karya yang dipamerkan pengguna lainnya. Di laman ini, pengguna mungkin akan merasa melihat feed layaknya yang ditawarkan aplikasi VSCO Cam.
Sedangkan untuk pengunjung yang telah registrasi menjadi pengguna diharuskan memilih tiga kategori karya yang ingin ditampilkan, seperti Food, City, Fashion, dan sebagainya. Laman ini mengingatkan saya pada media sosial Pinterest, yang juga mengharuskan pengguna memilih kategori yang diinginkan mereka lihat.

Setelah memilih kategori, pengguna akan ditampilkan beragam kategori cerita dari pengguna lainnya. Biasanya, satu cerita tersebut terdiri dari enam hingga belasan slide.
Sedangkan untuk membuat cerita, pengguna diharuskan memilih tema dari sembilan opsi yang disediakan. Selanjutnya memilih foto dari Gallery yang ingin ditampilkan.
Proses ini terbilang mengambil waktu cukup lama, karena pengguna perlu memilih ukuran gambar yang diinginkan, menambah teks untuk deskripsi foto, dan membuat tampilan cover cerita semenarik mungkin.
Proses ini menyediakan dua pilihan, yakni Save dan Publish. Bila masih belum yakin dengan cerita yang ingin dipamerkan, pengguna bisa memilih opsi Save untuk melanjutkannya di kemudian waktu.
Namun bila sudah mantap dengan cerita yang ingin disampaikan, pengguna bisa langsung menggunakan opsi Publish. Bila cerita yang ditampilkan mendapat banyak Likes, Comment, dan Reshare dari pengguna lainnya, besar kemungkinan akan ditampilkan sebagai Featured Post di laman utama aplikasi Steller.
Kelebihan
- Pilihan tema, edit foto, dan deskripsi teks cukup beragam
- UI dan UX mudah dipahami pengguna
Kekurangan
- Load aplikasi di platform Android cenderung lambat, terutama pada saat memilih foto untuk dipamerkan
- Memerlukan koneksi internet untuk melihat karya dari pengguna lainnya
Secara keseluruhan, aplikasi ini bisa menunjang aktivitas hobi fotografi penggunanya, baik yang menggunakan kamera smartphone atau kamera digital biasa. Kemudian dengan opsi deskripsi yang disediakan, pengalaman yang diceritakan oleh rangkaian foto pengguna serasa lebih “nyata” dan “hidup.”
Aplikasi Steller bisa diunduh melalui:
Baca juga: [Update] Kumpulan Aplikasi Edit Foto Gratis Terbaik di Android dan iOS
(Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)
The post [Review] Steller: Serunya Berbagi Pengalaman Melalui Foto dan Cerita appeared first on Tech in Asia Indonesia.
sumber:

0 komentar:
Posting Komentar